Hai, minasan...
Ini postingan pertamaku di blog ini, aku harap kalian menikmati waktu kalian di sini ya...
Aku adalah lulusan Sastra Jepang dari salah satu universitas yang terkenal di Indonesia. Sebagai anak Sasjep dan sekaligus penggemar budaya Jepang wibu, aku bakalan sering pakai istilah-istilah dalam bahasa Jepang di sini.
Blog ini akan menceritakan pengalaman hidupku yang aku anggap menarik untuk dibagikan. Semoga memang menarik ya π
Oke, sebagai awalan, aku mau berbagi pengalamanku dengan kareshi (pacar) selama liburan di Jogja 3 bulan yang lalu, saat PPKM belum ketat lagi. Aku dan kareshi LDR lumayan jauh, jadi kami memutuskan untuk ketemu di tengah-tengah saja yaitu Jogja. Selain Jogja bisa menjadi titik tengah pertemuan kami, wilayah ini punya banyak destinasi wisata yang menarik. So, ikuti petualangan kami! π
Hari pertama, tempat yang kami datangi adalah ice cream shop legendaris, Tempo Gelato. Tempo Gelato yang kami datangi ada di Jalan Kaliurang. Pagi-pagi sekali kita datang ke sana, dan dalam keadaan belum sarapan. Ngide banget kan, langsung makan es krim π Lalu sepertinya kami pengunjung pertama di sana karena beneran sepi banget.
Setelah mencuci tangan dan semprot disinfektan, kami menuju tempat order dan langsung bayar. Kami pesan cone ice cream yang harganya Rp. 25.000-an, nantinya bisa milih 2 rasa yang berbeda. Aku udah berkeinginan buat mencicipi rasa es krim yang unik sejak dari rumah, yaitu rasa kemangi. Aku tumpuk dengan es krim rasa vanilla kesukaanku. Sedangkan kareshi juga ikut-ikutan coba kemangi featuring coklat.
Cone-nya gede banget ya! Habis itu kami langsung menuju ke lantai 2, beneran sepi banget. Sepertinya kami beneran pengunjung paling pertama deh. Bagus banget deh ruangan di lantai 2 ini. Kayak kafe-kafe di luar negeri gitu, ada nuansa klasiknya.
Saat hampir sampai ke tempat tujuan, tiba-tiba hujan agak deras. Kami putuskan buat minggir dulu di gubuk kecil pinggir jalan dan memakai jas hujan. Padahal 2 menit lagi udah nyampe kata Google Map. Setelah pakai jas hujan, kami melanjutkan perjalanan kembali. Beneran dong, pas udah pakai, hujannya tiba-tiba berhenti. Berasa di-prank alam π Mana tempat wisatanya ternyata deket banget sama gubuk yang tadi. Capek deh buat nyopot jas hujannya lagi.
Next, setelah markir motor, kami beli tiket masuk ke tempatnya Rp. 30.000/ orang. Awalnya, kami disambut dengan berbagai sudut tempat untuk foto yang unik-unik. Seperti ini:
Keren kan? Berasa mau perang kayak di film Pirates of the Carribean. Memang bagian di tempat ini menarik dan luas banget.
Karena ga tau harus ngapain dengan tempatnya yang gitu-gitu aja, kami pulang deh.
Malamnya kami ke Heha Sky View, restoran yang ngehits karena berada di dataran tinggi. Dari penginapan ke sana hanya sekitar 30 menitan. Di perjalanan pun kami harus menembus hujan yang tak kunjung reda. Tapi akhirnya sampai juga. Fiuuuh...
Harga tiket masuknya Rp. 20.000 per orang. Selain restoran, ada spot-spot untuk foto dengan background pemandangan dari ketinggian, juga ada kafe beserta live music-nya. Kami pergi ke restorannya sekalian buat makan malam. Harga yang disajikan termasuk pricey ya, sekitar 50ribuan ke atas, tapi rasanya emang enak banget, porsinya juga banyak ditambah dengan adanya pemandangan, tapi karena hujan jadi ga bisa liat deh. Menurutku, itu worth. Aku pesan sop buntut dan kareshi pesan nasi goreng.
Makanan habis pun, hujan ga kunjung reda. Padahal kita pingin banget buat foto di salah satu spot foto yang terkenal di Heha Sky View. Apa boleh buat, kita menunggu hujan reda. Lumayan lama sampai restorannya mau tutup. Akhirnya hujan reda, kami pun foto di spot itu dengan membayar Rp 30.000 per orang, lumayan mahal ya. Sebenarnya ada jasa fotografernya juga tapi karena udah mau tutup jadinya ga ada dan kita pakai HP sendiri deh.
Cakep kan? Sayang banget langitnya lagi ga bagus dan kacanya banyak sisa air hujan. Coba kalo lagi ga hujan pasti lebih bagus lagi deh. Oh iya, kita juga dapet 2 pasang sandal yang kayak sandal hotel gratis, boleh dibawa pulang. Anggap aja uang tadi buat beli sandal ya hihihi...
Setelah foto, kita pulang deh. Padahal rencananya mau keliling di tempat itu eh malah hujan. Pas udah reda, Heha-nya udah mau tutup. Ya sudah, semoga kami bisa ke sini lagi di kesempatan lain π❤
Jaa ne~










Komentar
Posting Komentar